Kamis, Agustus 11, 2011

Otak Perlu Istirahat




Hari ini Jumat 12 Agustus 2011. Berada dikantor dari pagi sampai siang menjelang solat Jumat. Otak Rasanya jenuh, jengah, mampet, dll terserah deh mau menggunakan istilah apa. Tapi yang jelas,rasanya otakku butuh dimatikan sebentar saja.

Sejak Bulan Juli yang lalu, banyak sekali pekerjaan yang harus aku seleseikan. Bukan hanya dikantor, tapi juga diluar kantor. dari pagi sampai malem, masih digunakan mikir untuk membuat plan besok. Hari Sabtu Minggu seharusnya libur, tapimalah bekerja karena kita tim marketing promosi. Ya, kita membuat event disaat orang lain sedang libur, agar tujuannya tercapai maksimal, rame acaranya dll.

Minggu ini, Area Manager ku datang ke cabang, untuk membahas deal big sharing dreamland di ajibarang. Setengah Miliyar dana yang siap di gelontorkan oleh diriku. Hampir deal, namun sayang pihak ownernya meminta pembayarannya sebelum lebaran. Wah, jelas ini kepentok dengan SOP yang ada di perusaahaanku. So, Ga tau bakal deal atau tidak. Tapi yang jelas, mungkin hal ini belum menjadi rejeki Saya. Semua pasti ada hikmahnya.

Hari ini Saya harus menyeleseikan banyak program event untuk posko mudik, ngabuburit, brnding, radio, posko lebaran, dan masih banyak lagi yang lainnya. Hah? kenapa aku lama sekali untuk menyeleseikannya? belum lagi masih banyak permasalahan yang hadir, mulai dari masalah tim, outlet, perjanjian yang tidak benar, dsb. HUaaaaaaaah..rasanya pengen teriak. tapi nda mungkin,ntr dikira kesurupan :)

Rambut pun mulai acak adut, sudah tidak tampak ganteng lagi. :) didepan hanya ada leptop, musik, dari pagi membuat aturan program event kok yo lama banget yaks.dan sering lupa informasi atau data yang harus aku tulis.

Tapi memang Otak manusia yang menerima banyak informasi ataupun perintah sekaligus dalam waktu yang bersama bisa membuatnya melupakan salah satu informasi. Terlebih otak laki-laki, tidak dirancang untuk melakukan banyak pekerjaan di waktu bersamaan. Itulah sebabnya saat memproses informasi sebelumnya, sulit bagi otak untuk menerima informasi baru atau perintah sehingga cenderung lupa. Jadi, otak membutuhkan istirahat 20 menit sebelum menerima informasi lainnya.

Seorang ahli saraf dari Fakultas Kedokteran Universitas Harvard, Prof Edwin Robertson, D. Phil,(liputan6.com) menegaskan bahwa hal itu terjadi bukan karena kapasitas memori terbatas otak. Memori otak cukup besar, tapi seperti komputer yang kinerjanya akan melambat ketika menjalankan beberapa program sekaligus.

Robertson pun menyarankan otak sebaiknya jeda 20 menit sebelum menerima perintah baru agar tidak ada informasi yang dilupakan. Selain memberi jeda ke otak, cara lain untuk meningkatkan memori yakni dengan memilih waktu yang paling santai untuk menerima informasi. Sehingga banyak siswa merasa lebih mudah untuk mengingat subjek jika mereka membacanya kembali sebelum tidur.

Sebuah studi yang dilakukan sebelumnya bahkan menyarankan bahwa otak harus diberikan jeda selama 2 jam. Sehingga ketika menerima banyak informasi, tidak mudah dilupakan bagi pikiran. Tapi dua jam interval terlalu panjang dan bahkan bisa menyebabkan orang menjadi kontraproduktif.

Oleh karena itu, sebaiknya memang harus diistirahatkan nih otak. biar tdak "janghead" alias kejang kepala. Selamat berkarya..

Jumat, Maret 18, 2011

Ayo Menikah :P




Sabtu, 19 Maret 2011 Keluargaku mau bertemu dengan keluarganya rendani untuk membicarakan hubungan anak-anaknya ke jenjang yang lebih serius yakni menikah. Awalnya sempat berpikir baerkali-kali, Siapkah? tapi setelah banyak masukan, Saya Yakin Saja.

Ngomongin usia, usia 20-an adalah usia yang saya rasa full of energy. Baik dari semangat maupun tenaga. Maka tidak heran apabila kalangan medis menyebutkan bahwa usia terbaik untuk bereproduksi adalah pada usia 20-an. Pada usia ini, kemungkinan melahirkan anak yang sehat dan normal adalah paling besar. Diluar usia ini, kemungkinan anak lahir cacat, keguguran, dlsb lebih tinggi. Selain itu, kondisi ibu berada pada usia yang paling prima untuk hamil dan melahirkan. Sehingga berbagai macam komplikasi yang terjadi selama kehamilan maupun persalinan bisa diminimalkan.
Selain itu, dari sisi motivasi hidup, bekerja dan meraih prestasi berada pada level paling atas. Mungkin karena pada usia ini persoalan hidup dan tingkat stress belum begitu terakumulasi. Hingga apapun yang dilakukan, bebannya akan dirasa lebih ringan karena belum terlalu terkontaminasi masalah lain.

Menikah muda memang bukan tanpa masalah. Apalagi kalau bukan karena ego masing-masing yang masih tinggi. Emosi yang masih meledak-ledak, yang kadangkala merusak pikiran jernih dan akal sehat. Usia yang sering over ekspresi. Namun jika fase-fase itu telah terlewati, dan kedua belah pihak terus berusaha memperbaiki diri dengan tetap berpegang teguh pada komitmen, Insya Allah “Setelah kesulitan itu akan ada kemudahan” (QS. Al-Insyirah)

Saya juga merasa, dengan menikah, usia muda saya lebih banyak diselamatkan. Selamat dari penghamburan waktu dan uang. Yang biasanya dilakukan lajang-lajang ketika week-end. Kalau sudah berkeluarga kan mikir dua kali. Lebih baik spent money and time with family sajah…jauh lebih bermanfaat dan lebih bertanggung jawab. Selamat dari syahwat yang tidak halal. Ini dia. Dengan menikah, pahala justru banyak dipanen dari sini.

Lalu apa itu menikah? Menikah adalah persatuan dua manusia pria dan wanita. Dari anatomi saja sudah tidak sebangun, apalagi urusan jiwa dan hatinya. Kecocokan,minat dan latar belakang keluarga bukan jaminan segalanya akan lancar.. Lalu apa?! MENIKAH adalah proses pendewasaan. Dan untuk memasukinya diperlukan selalu yang kuat dan berani. Berani menghadapi masalah yang akan terjadi dan punya kekuatan untuk menemukan jalan keluarnya. Terdengar indah memang, tapi kenyataanya?! Harus ada "Komunikasi dua arah',' Ada kepekaan mendengar kritik','Ada keikhlasan meminta maaf','Ada ketulusan melupakan kesalahan','dan Keberanian untuk mengemukakan pendapat. MENIKAH adalah berani memutuskan untuk berlabuh.

MENIKAH adalah proses penggabungan dua orang berkepala batu dalam satu ruangan dimana kemesraan, ciuman, dan pelukan yang berkepanjangan hanyalah bunga.

MENIKAH adalah proses pengenalan diri sendiri maupun pasangan anda. Tanpa mengenali diri sendiri, bagaimana bisa memahami orang lain?. Tanpa bisa memperhatikan diri sendiri, bagaimana anda bisa memperhatikan pasangan hidup..?.

MENIKAH sangat mematuhkan keberanian tingkat tinggi,toleransi sedalam samudera, serta jiwa besar untuk 'Menerima'dan 'Memaafkan'. Menikah mematuhkan sebuah kelapangan jiwa untuk menggabungkan ku dan kamu menjadi kita..., Kesalahan terbesar kita dalam memilih pasangan adalah kita lebih mementingkan dengan siapa kita menikah bukan seperti apa orang yang akan kita nikahi. Kita lebih melihat dari "xxx".orang tersebut bukan kualitas dari seseorang...!

Jadi? Siapa takut untuk menikah mudaa...  Sssttt... Pak Sanang ayo pak, cepet lamar anaknya..jangan lama-lama..Pak Karjono ayo pak langsungkan saja pernikahannya....(hahaha Curhat Pribadi.red)
Terus untuk teman dan sahabat-sahabatku yang Ragu untuk menikah, AYO buruan menikah..hahaha

Awal Tahun yang Menyenangkan :)

Tahun 2011 sudah jalan beberapa bulan. Sekarang memasuki bulan yang ketiga. Banyak peristiwa ataupun cerita yang dilewati. Banyak evaluasi yang dilakukan di tahun kemarin, dan banyak harapan dan doa yang dipanjatkan untuk tahun 2011 agar menjadi lebih baik. Mulai dari harapan untuk dapat menikah tahun ini ataupun doa agar dimudahkan banyak rejeki.

Untuk karir alhamdulillah dipermudah dan dilancarkan. Meskipun memang untuk mendapatkan hal tersebut tidak semudah membalikan telapak tangan. Tidak ada makan siang gratis kalo kata pepatah. Apa yang kita inginkan, apa yang kita impikan, selama kita masih percaya utk mendapatkannya dan mau untuk berusaha, pasti imposibble is nothing alias kamu akan mendapatkannya. Perlu digaris bawahi kata ibuku, kita ini diciptakan sebagai seorang pemenang. Terbukti dari penciptaan kita hanya ada 1 Sperma saja yang bisa mencapai induk telur dari berjuta-juta sprema. Oleh karena itu, kalo kita TIDAK memiliki jiwa untuk selalu menjadi seorang pemenang, wah bisa ditanyakan, apa mungkin kita hasil kloningan?? Hehe YUP!! GO amar..Go amar..Chayooo...:P

Memasuki tahun 2011 pula, Orang tuaku selalu menyuruh anak laki satu-satunya ini untuk mencari pasangan hidup. Namun sayang aku masih males, belum terpikirkan sama sekali. Pikirku, dari pada pacaran, ndeketin satu ke yang lain belum tentu dapet malah menghabiskan waktu dan uang. Mendingan buat beli macem-macem aja, kalo pun nyari ya yang serius buat nikah aja lah. Akan tetapi tidak mudah juga untuk mendapatkan hal tersebut. Ada wanita yang sudah siap nikah, tapi akunya yang tidak sreg. Ada yang sedikit sreg, tapi tidak mau diajak serius (alias, akunya ditolak), ada yang yah lumayan sreg, mau diajak serius, tapi orang tua kurang setuju. Ya sudahlah, dapat jodoh syukur, tidak juga tidak apa-apa pikirku hampir menyerah...

Pertengahan Februari 2011, saat tengah malam aku membuka Facebook. Tiba-tiba di NEWS FEED paling atas ada update dari tetanggaku yang sedang kuliah di Jakarta menuliskan statusnya sedang pindahan kosan. Biasanya kalo sdh malem itu aku males sekali untuk menuliskan komentar. Berawal dari situlah aku mendapatkan pin dari anak tsb dan mulailah kita untuk ber BBM ria. Mengutip dari sebuah iklan, “Berawal dari ngobrol enak”, aku pun merasa nyaman dan nyambung.

Singkat cerita, tanggal 20 Februari kami pun memulai hubungan Long Distnace Relationship alias LDR, hanya by bbm, phone, sms. Tertawa, tersenyum, bahkan guling-guling kalo sedang ngobrol berlangsung selama kurang lebih hampir satu bulan. 11 Maret 2011, akhirnya kita bertemu. Satu minggu bersama, ngobrol, jalan-jalan, makan tentunya kitalakukan. Memang benar kata pepatah, klo lagi fall in lope, dunia serasa milik berdua.

Setelah dipikir-pikir, lucu juga  Meskipun kita bertetangga, tapi kita tidak saling mengenal satu sama lain, dan akhirnya kita berhubungan. Banyak sekali perbedaan, Aku senang ketemu orang dan jalan-jalan, dia kurang. Aku suka sekali tomat, dia tidak. Dia suka sekali makan ikan, aku tidak dll... Akan tetapi itu bukan penghalang. Bukankah Pasangan itu melleburkan “AKU dan KAMU menjadi KITA?”


Kamis, November 11, 2010

Jodoh gampang-gampang susah ya


Di buku impianku yang aku tempel dikamar, aku menulis menikah usia 26 tahun. Berarti satu tahun lagi dong ya, kalo tidak tahun 2011 (setelah bulan juni) atau tahun 2012 (sebelum bulan juni tentunya). Impian itu aku tulis tahun 2006, aku menulis bersama Rizkina Melia saat pacaran dulu. Yang aku tulis, sudah kita plan, usia berapa kita beli rumah dan lain sebagainya. Yah meskipun sudah tidak bersama dia, namun target-target yang aku tulis perlahan tapi pasti sudah aku miliki. Mungkin pengaruh bawah sadar juga kali ya. Meskipun yang belum kesampaian juga ada sih.

Hemm hingga saat ini aja aku belum punya pandangan siapa istrtiku nanti. Setelah putus dg Astari, hatiku belum ada yang mengisi. Pernah sih, dikenalkan sama temenku yang di Elshinta Jakarta dulu. Dia minta langsung nikah 6 bulan lagi. Seorang dokter gigi, akhwat pula. Saat itu aku belum begitu menggubrisnya. Tapi setelah dapat dukungan dari orang tua, yang mengatakan “nikah itu adalah separo agama, jadi sehebat apapun seorang ulama kalo belum menikah ya diin nya belum genap, Lha wong separo saja belum!. Kalo bukan ulama seperti kita-kita , dimana hebatnya? Sekarang tinggal kamu aja sudah siap atau belum. Kalo sudah siap orang tua akan merestui dan menikahkan kok.”. Langsung deh, bersemangat!

Keesokan harinya aku mulai bertemu dg temenku itu dg bermaian ke rumahnya dan tanpa rencana pun sang wanita yang akan dikenalkan juga main kesana. Hanya hitungan detik aku melihat wajahnya. Wah cantiknyaaaa…. (kyk filmnya si encep ya.red). Tapi ternyata beberapa hari kemudian, temanku dengan berat hati mengatakan bahwa anaknya sudah ada yang melamar. Beliau minta maaf, karena aku nya yang terlalu lama. Calonnya adalah temen di pengajian juga. Ya sudahlah.. aku hanya tersenyum,  mungkin bukan jodohku.

Bukannya tanpa usaha, beberapa wanita yang menarik hatiku saat kuliah dulu aku list untuk menanyakan kabarnya siapa tau masih jomblo. hehe

Akupun mendekati salah seorang adek angkatanku. Dia akhwat berjilbab besar, cantik, smart dan solehah. Aku, Ibu dan adekku berkunjung ke tokonya untuk membeli baju muslim yang ia jual. Meskipun sebenarnya sih pengen liat mukanya.hehe
Tapi beberapa hari kemudian, temanku bercerita, “si ini udah nikah ya?”, “Oh ya?” Ak masih memasang muka penasaran dan biasa saja. Terus jawab temanku, “iya sama teman SMA nya, suaminya ikhwan juga dan sekarang ga pegang HP, mw nurut suami”. Hah?sebegitunya ya? *dalam hatiku..yah bukan jodoh lagi deh. Tersenyum aja deh 

Datang lagi seorang teman kuliahku dulu. Yah dulu sedikit ada rasa sih. Dia kerja di Bank sekarang. Cantik, tanpa kerudung. Tak pikir-pikir seriusin nda ya? Agak bimbang sih, tapi tak mantepin aja deh. Smsan, telp dan ketemuan. Yup! Boleh lah. Namun sebelum aku mengutarakan, ternyata dia mengabari bahwa tgl sekian dia mau lamaran. Dia minta maaf karena aku juga yang terlalu lama sih. *hehe tersenyum lagi saja deh.. bukan jodoh.

Hari demi hari aku lewati dengan kesibukan pekerjaan dan bisnisku. Lalu hadir kembali seorang teman ku yang aku kenal saat aku di Jakarta dulu. Kerja jadi CS di sebuah provider di Tasik Malaya dan sekarang di Bandung. Awalnya aku tidak begitu tertarik, tapi memang tresno jalaran soko kulino, lama2 aku terkesan dengan sikap ramahnya ke orang, sikap melayaninya, senyumannya, dan tentunya aku tertarik dengan hidupnya yang boleh dikatakan cukup keras untuk wanita seumurannya. Banyak sekali kesamaan yang aku miliki. Suka sama-sama kulineran, traveling, bisnis, foto-foto dan yang jelas sama-sama punya banyak pengalaman prihatin. Jadi yang jelas, pasti akan bisa mengimbangiku yang notabene, punya banyak kenalan, senang melayani, ramah, suka senyum dan senang berusaha alias males untuk manja. Yup sama-sama seorang sangunis.

Dia datang ke Purwokerto, kebetulan memang hari liburnya jatuh dihari yang sama. Yah ketemu ibu dan adek ku. Tapi sampai sekarang aku belum maen ketempatnya, (huft betapa sibuknya aku ini). Namun, ada beberapa hal yang memang membuat aku berpikir ulang. Dia mau hidup bersama kalo tinggal di Bandung, karena itulah impiannya.. Sekarang saja dia meneruskan kuliahnya di Bandung. Yah, mau gimana lagi aku menginginkan calon istri yang mau hidup bersama, dimanapun kotanya, karena kerjaanku pasti ada rotasi kalo ingin naik jabatan. Entahlah mungkin juga dia tidakcocok denganku yang masih belum begitu mapan? * dalam benak ku… ya sudahlah, tersenyum saja..  Jalani aja dulu..

Sekarang, perlahan keinginanku yang menggebu untuk menikah atau lebih tepatnya mencari calon istri perlahan menipis. Kemudian hilang. Sekarang hanya menjadi si kutu buku, si pekerja keras dan cerdas, si bisnisman, dan tentunya jadi si hobi’s..(halah maksa istilahnya,red) yup melakukan hobi-hobiku berolahraga, musik dan ngegame.

Terkadang, jujur aku merasa tidak nyaman dengan karakterku yang dianggep “cair” dengan lawan jenis. Aku merasa percaya diri saat berbicara dan mengungkapkan pendapat dalam forum apapun! Apakah ini kesombongan? aku berusaha untuk tidak menganggap berlebihan sebuah perhatian dan aku pikir semua perhatian, sikap dan cara bicaraku selalu SAMA dengan lawan jenis lainnya..Emmm… kalu kemudian mereka GR..itu urusan mereka kan? Mungkin karena aku juga yang merasa “aman” dan tidak mungkin terkena perasaan asing yang disebut “cinta” untuk saat ini?

Sekarang sih menjalani saja hidup ini, berdoa, menambah ilmu, ikhlas. Lalu Menyerahkan saja semuanya kepada skenario Alloh SWT. Karena Hanya DIA yang tau, seperti apa yang terbaik buat kita.

Aku seorang Sanguinis ternyata.


Sebelum mau tidur adek ku ngomong,”Tak kenal maka tak sayang. Tak kenal maka tak sukses”, lho kok bisa? Kataku. “Ya karena kalo kita tidak tau seperti apa diri kita, kita tidak tau mau dibawa kemana diri kita” (hemm, berasa lagu armada yaks…).hehe. Saya punya adek yang lagi seneng dengan pelajaran psikologi, singkat cerita dia ingin membuktikan buku yang dipelajarinya. Yah diriku jadi kelinci percobaannya.

Hasilnya, aku seorang sanguinis. Dia tanya, “mau tau sperti apa sifat dari orang sanguinis?”, yup kataku sambil tertawa. ;D

Orang sanguinis itu, Ramah , sangat suka bicara. Bisa bicara dengan topik apa aja. Penuh inspirasi, aktif, dengan kemampuan berbicara yang prima. Seorang sangunis dapat mempengaruhi orang lain agar percaya pada apa yang mereka katakan. Mereka bisa menjadi pembicara yang hebat sekaligus motivator yang menyenangkan, sebab mereka cenderung optimis. Suka menjadi pusat perhatian, suka pujian dan perhatian. Tetapi terkadang tidak disiplin dan pelupa. Kebutuhan mendasar mereka berupa pengakuan dan penghargaan, takut kehilangan popularitas atau kehilangan kawan.

“Bener kaaan?” Kata dia.. haha ya ya ya..jawabku sambil tertawa ambil menutup selimut untuk tidur.

“different isn’t always better but the best is always different”


Lama juga aku tidak memposting untuk blog ku ini, yah memang lagi tidak sempat. Sejak masuk di Kalbe farma menjadi tim promosi fatigon hydro akhir Juli kemarin,ak belum pernah merasakan libur Sabtu-Minggu, karena setiap akhir pekan pasti aku selalu melakukan promosi.

Bulan puasa sama demikian, Sampling selling ramadhan di beberapa super market, trs ngabuburit hydro di kampus-kampus, jalanan, lembaga pendidikan, sport center dll. Belum lagi, acara mudik dan hydro lebaran. Semua butuh kerja keras, untuk mendapatkan hasil yang optimal pikirku, jadi ya biasa saja.

Hujan, dingin, panas, badan pegal-pegal, dll sudah biasa bagiku sekarang. Bahkan ada yang sirik denganku sampai ngajak ribut, yah biarin aja lah, tak anggep itu pelajaran bagiku tak ambil positifnya saja.

Pada suatu saat, saat aku menyetir mobil sendiri malam takbir waktu itu, ak meneteskan air mata, mendengar kumandang takbir, aku masih kerja. Inget orang tua, tapi mau gimana lagi, aku bekerja juga untuk mereka, untuk masa depanku nantinya. Agak sedikit iri sih kadang, melihat teman-teman yang kerjanya santai-santai penghasilannya lebih banyak., tapi semua itu harus disyukuri karena ternyata masih banyak yang kurang beruntung dibandingkan aku.

Pepatah mengatakan sepandai-pandainya tupai melompat, pasti akan jatuh juga. Sekuat-kuatnya tubuhku juga pasti akan sakit juga kalo kurang istirahat. Setelah bekerja tiga bulan akhirnya jatuh sakit juga.  Dengan sakit ini, semoga bisa meleburkan dosa-dosaku, dan akhirnya aku berfikir sebenarnya apa sih pentingnya kerja itu?

Pertanyaan menarik yang sering muncul dalam keseharian adalah, “Apakah kerja itu? Mengapa kita harus bekerja, dan bagaimana agar kerja kita memberi hasil?”
Ya seperti yang sudah kita ketahui bersama, kerja merupakan suatu usaha yang dilakukan sendiri maupun bersama-sama untuk menghasilkan sesuatu bagi orang lain dan secara langsung maupun tidak langsung memberikan dampak positif bagi si pekerja itu sendiri. Kata kunci dari kerja disini adalah effort (Usaha). Jadi, ketika kita mengklaim bahwa kita bekerja, maka terlihat nyata adanya usaha untuk mewujudkan kerja tersebut.

Sukses dalam kerja bukan dilihat dari berapa banyak uang yang telah diperoleh. Sukses dalam kerja juga bukan dilihat dari seberapa tinggi jabatan yang telah dicapai. Jika bekerja semata-mata untuk uang atau jabatan, maka hal ini dikhawatirkan akan menurunkan nilai hidup yang kita jalani.

Sukses dalam bekerja berarti sukses menjalani apa yang sedang dikerjakan baik dalam suka maupun duka. Bukankah sukses itu merupakan sebuah perjalanan? Kesuksesan dimulai ketika kita memulai sesuatu dan menjalaninya dengan perbedaan. Kalo ngutip John sifonis mengatakan, “different isn’t always better but the best is always different”

Kamis, Juli 29, 2010

Stay Hungry Stay Foolish


Baru beberapa minggu Saya berada di Purwokerto. Tidak sedikit pula orang yang menanyakan-mempertanyakan dengan penuh rasa ingin tau, kenapa saya memilih berkarya di Purwokerto. Jawaban pun sudah beratus kali keluar dari mulut yang merah ini hehe maklum istilah untuk orang yg tidak merokok  , namun mungkin jawaban ku kurang meyakinkan meskipun sudah menggunakan senyuman tulus ikhlas dan pancaran mata yang berbinar-binar. Yah bisa dimaklumi, dulu tawaran kerja di Purwokerto banyak, tapi Saya tolak, dengan alasan impian bukan di daerah (Purwokerto.red), Jakartalah tempatnya dan itu menjadi kenyataan.

Dua tahun berada di kota Jakarta. Banyak sekali manfaat yang didapat. Dari yang merubah penampilan dari ndeso-kekotaan dan kembali ke ndeso lagi sekarang. Dari yang tidak berani menyampaikan argument, tidak berani mengambil resiko, yah sekarang lumayan lah, sedikit ada peningkatan. Wawasan pun sedikit bertambah dengan bertemu orang-orang pintar disana, dari anggota dewan, pengajar, pengamat, rekan sesama wartawan bahkan sampai masyarakat kaum marginal. Penyakit narsisnya keluar hahaha

November 2009, penempatan pertama pada radio komunitas Carefour di lebak bulus Jakarta Selatan. Masih kerja sama dengan Elshinta. Radio ini di putar di seluruh Carefour di seluruh Indonesia, dg musik-musik top 40. Awalnya hanya sebagai Co Producer, naik menjadi producer, dan naik lagi menjadi penyiarnya. Kerjaanya gampang, ya mungkin karena sudah berpengalaman didunia radio sejak tahun 2003. Ngekos bersama mas OJI dan rekan-rekannya di PLN Pusat di kawasan Radio dalam Jaksel. Naik turun metro mini, bahkan pernah saking ingin mengiritnya menggunakan sepeda. Masih ingat dalam ingatan, malam-malam hujan deras. Ya sudah, basah kuyup deh meskipun sempat berteduh di PIM (Pondok Indah Mall).

Februari 2010. Saya pindah ke kantor Elshinta di kawasan Joglo Jakbar. Perlu energi ekstra untuk mengikuti jalan nya kinerja disana. Jurnalisme dasar dari semua kerjanya. Mencari dan mengembangkan isu, mencari narasumber, mengatur jalannya acara, menservice pendengar yang membutuhkan pertolongan, ya itulah kerjaan awal disana sebagai co producer. Hingga akhirnya menjadi Producer di berbagai edisi.

Mei 2010, di bulan inilah Saya pertama kali On air siaran di jadwal reguler. Jm 10 Pagi. Agak nervous meskipun ngomong didepan mic itu sudah biasa sebenarnya. Tapi yg buat berbeda adalah radio ini didengar tidak cuma di Jakarta tapi hampir di seluruh Indonesia. Mencari kalimat bertanya yang cukup cerdas, mengkritisi topik yang ada, memainkan intonasi, memainkan suasana, berpura-pura sedih jika topiknya sedih, ikut senang jika beritanya senang. Itulah ART!! seni berkomunikasi. Cukup menarik, Cukup menyenangkan. Wawancara dg orang bisa sampai Menteri-menteri, Sayang Saya belum pernah wawancara si Presiden yg terkenal dengan pencitraannya, siapa lagi kalo buka SBY. Yang marah karena tulisan SBY ditempel di tubuh kerbau. Hehe

Berbagai kasus dari politik, hukum, ekonomi, sosial dan budaya mulai di buka, dan dipelajari satu persatu. Untuk mendalami kasus yang menyenangkan ini, terkadang perlu ngobrol dengan wartawan-wartawan yg sudah senior, atau minimal yang mendalami kasus tersebut. Bahkan tidak jarang pula, sms-telp atau bertemu dengan narasumbernya langsung. Yah lumayan sedikit tau bagaiman proses politik yang ada di Indonesia, bagaimana kasus Century yang hingga saat ini “tidak” diungkap, seperti apa boboroknya moral masyarakat kita, khususnya generasi muda sekarang. Bermimpi untuk merubah itu semua? Bisa saja sebenarnya, tapi godaan dan terjelannya sungguh kuat. Aku menginginkan itu.hehe

Berbagai suku bangsa berkumpul disana, dari Aceh – Papua, dari Arab- China. Berbagai jenis kebudayaan banyak disana, berbagai karakter dari yang sering emosi sampai yang kebangetan sabarnya.hehe yup menyenangkan memang.

Ada hitam, pasti ada putih. Kalo kata orang China, yin dan yang, biar hidup kita seimbang. Ada yang menyenangkan, ada juga yang tidak menyenangkan hidup di Jakarta. Dari sisi kesehatan, polusi yang sungguh luar biasa ini membuat kesehatan agak terganggu. Sering sakit-sakitan. Harus olah raga! Ya itu keinginan saya juga, tapi waktunya tidak mendukung untuk melakukan itu. Makanan yg kita beli kadang juga harus berhati-hati. Pergaulan, kita harus pilih-pilih memang kalo tidak kita ingin terjebak didalamnya, mau free sex, drugs, alcohol, tersedia bebas disana. Meskipun tidak sedikit pula pengajian, English Club atau acara-acara positif lainnya. Tingkat kiminalitas juga banyak disana kalo kita tidak berhati-hati.

Sudah saatnya untuk memilih jalan hidup. Mau menjadi ekor ayam terus di Jakarta, atau menjadi kepala Naga di Purwokerto.Seharusnya sih istilahnya mw menjadi ekor naga atau kepala ayam..hehehe Beberapa orang mengatakan bahwa jalan pintas mendirikan usaha sebagai perusahaan dengan rencana masa depan yang beresiko. Tuduhan itu memang benar, tapi tidak lengkap. Karena kami hanya mengqambil resiko yang terukur. Dengan proses yg step by step nya sangat kami perhitungkan. Dengan sangat hati-hati. Kami menghitung detail perbandingan pasak dari pada tiang.

Melihat senyuman dari ibu-ibu yg maaf mereka janda, serasa membahagiakan dihati. Mereka tidak begitu peduli dengan bangun pagi dan mulai bekerja hanya dengan penghasilan 10.000 – 15.000 saja per harinya. Yang penting ada kegiatan. Yup itulah bisnis kateringku yang mulai dirintis. Everything start from Zero.

Di bisnis tas, senyuman dari Bapak, dan kebanggan dari para penjahit atas jahitan yang bagus, dari desainer yg kreatif dan dari seorang yang hanya memotong tali dan membantu mengepack, memberikan semangat tersendiri bagiku untuk terus mengembangkan usaha ini. Impian terbesar usaha ini adalah banyak menyerap tenaga kerja, dan makin banyak perusahaan menggunakan produk tas ini sebagai suvenir dan brand perusahaan mereka. Kreatifitas dan keberanian sangat diperlukan disini. Hehe tapi kemarin dpt komplain jahitannya agak sedikit kurang rapi..maaf

Teman-teman yang umurnya lebih tua dariku, namum masih belum beruntung untuk mendapatkan pekerjaan, sekarang sudah bisa sedikit tertawa meskipun terkadang melihat dari tatapan mereka ada ketidak percayaan atas EO yang dibuat. Tak ada jaminan bahwa EO ini pasti akan menjadi besar dan berhasil sesuai yang diharapkan, karena itulah harus diperjuangkan bersama-sama. Untuk tahap awal yang memerlukan banyak biaya dan konsentrasi, setiap orang yang bergabung akan lebih diperlukan sumbangannya ketimbang pendapatan yang diinginkan. Kita perlu bersikap ‘kejam’ terhadap diri sendiri sekaligus kerja ekstra keras untuk mewujudkan kemajuan yang bermanfaat bagi semua pihak di masa depan.

Rencana Bisnis lainnya adalah kaos dengan tiga target pasar. Bisnis ini sudah direncanakan dan diperhitungakn sejak lama. Tinggal menunggu Amir Among Prakoso rekan baik saya saat di SMA 2 Purwokerto dulu yang saat ini masih berada di Papua.Lulusan desainer UGM Yogya. Kita punya visi dan misi yang sama. Yakni bekerja kreatif!. Saya juga masih harus bekerja di Fatigon Hydro, memikirkan bagaimana cara membuat program dan event promosi yang tepat sasaran, yang tentunya bisa berdampak pada penjualan produk tersebut.

Saya masih punya mimpi yang lebih besar dari itu. Karena memang hidup harus punya mimpi, tujuan dan komitmen untuk melakukan apapun yang diperlukan untuk mencapai tujuan. Yang dilakukan sekarang adalah hanyalah sebagai alat. Yang terpenting buat saya adalah miliki keahlian yang banyak. Apapun keahiannya harus bermanfaat untuk orang lain, menyumbang nilai positif untuk masyarakat sekitar. Rahmatan lil ‘alamin. Dan jangan lupa untuk terus belajar, seperti kata Steve Jobs, stay hungry stay foolish. Tetaplah merasa lapar, tetaplah merasa bodoh.

IMAJINASI – VISIONER


Alloh menganugrahkan kita sepasang mata yg indah untuk melihat objek-objek yang ada didunia ini tentunya dalam jangkauan pandangan kita. Mata adalah elemen terpenting estetika, kita bisa menikmati beribu-ribu warna yang ada. Banyak sekali keindahan dan pelajaran yg sudah kita dapat hanya dari sepasang mata. Akan tetapi ada baiknya jika kita tidak menggantungkan sepenuhnya penilaian atas pandangan mata yg bersifat fisik ini.

Pandangan visual ini bukan satu-satunya. Kemampuan visual terbatas. Mata hanya mampu menyerap kenyataan seperti adanya. Dalam tulisannya mas Arief Budiman, Finalis International Young Creative Enterpreneur of the year (IYCEF) British Council, 2006-2007, mengandaikan bahwa jika didepan kita ada sebuah tanah seluas 1 hektar, maka tanah itulah yg terlihat. Semua orang akan melihatnya sama, karena semua orang menggunakannya—hanya –mata.

Pandangan potensional adalah pandangan yg kita imajinasikan atas suatu kenyataan. Dan inilah pembeda terbesar dari seseorang yang sukses luar biasa dan yang suksesnya biasa-biasa saja. Pandangan potensional akan melompati ruang dan waktu. Seseorang bisa melihat lahan satu hektar sebagai tempat ideal untuk membangun perumahan mewah. Yang lain melihatnya sebagai hamparan sawah yg menghijau. Yang lain melihatnya sebagai masjid yg banyak dikunjungi orang-orang. Seribu satu kemungkinan bisa terwujudhanya dari satu kenyataan yg sama.

DR David J. Schwartz dlm bukunya The Magic of Thinking Succes menyebutkan bahwa ada sebuah pandangan yang bisa menjangkau lebih jauh, yang bahkan melampaui ruang dan waktu. Pandangan itu adalah pandangan pikiran. Pandangan ini adalah modal terbesar bagi seseorang untuk memiliki sebuah visi yang jelas dimasa depan. Adalah kemampuan melihat tidak saja dalam ruang yang berbeda, tapi juga waktunya. Seorang visioner mampu melihat 5 atau 10 tahun ke depan, membayangkan kondisi ideal sampai detailnya dan membuat rencana-rencana sitematis untuk mewujudkannya.

Karunia Alloh yg sungguh luar biasa bernama otak itulah yg menjadi modal dasar kesukseskan kita. Kemampuan tidak terhingga untuk berimajinasi dan melambungkan impian yang luar biasa atas masa depan kita. Jangan kuatir, tidak ada hal begitu sulit, sehingga tidak bisa dilakukan. Kata iklan NIKE, Impossible is nothing!!

BISNIS - IDE - KREATIFITAS


Kadang banyak rekan-rekan yang berpendapat bahwa buka usaha itu perlu banyak modal. Tidak salah, tapi belum tentu juga. Lalu apa yg dimaksud dengan modal itu sendiri? Apakah modal identik dg uang? Tidak, tapi pandai membaca peluang, punya ide dan bisa berkomunikasi, itu sudah merupakan modal yg cukup. Dan kreatifitas merupakan salah satu modal yang HARUS dimiliki.

Kreatif itu bukan sekedar berpikir asal beda, melainkan mengembangkan ide-ide dengan kreatifitas untuk memanfaatkan kesempatan yg ada. Membaca Peluanglah!. Terdengar sepele, tapi tidak gampang. Zaman sekarang kan, zaman benedifitas. Barang siapa yg tidak mampu membidik peluang untuk meraih keuntungan akan tergelincir ke jurang kekalahan.

Eits!! Sorry, ini bukan kapitalisme lho ya. Ini Cuma mengingatkan betapa pentingnya kita untuk memiliki kepiawaian membaca dan memanfaatkan peluang untuk meraih keuntungan. Dan tentunya, kita harus bisa menjual peluang-peluang itu. Its has to be sold!!

Membaca bukan sekedar membaca, tapi membaca dengan cermat, kemudian memanfaatkan peluang itu menjadi keuntungan. Ya, seperti motto petakumpetnya mas arief Budiman Jogja.“ Good is not enough. Its has to be sold”. Dan Semua itu berawal dari IDE!!
Orang-orang besar dari bung Karno sampai dengan Columbus, Napoleon bonaparte dll selalu memiliki ide besar. Bangsa yg hebat jg dibangun diatas landasan ide-ide yg hebat. Kalo kata filsuf rasionalis Rene Descrates, “COGITO ergo sum” “aku berpikir, Maka aku ada”. Ungkapan itu bisa menjadi “ semua berawal dari ide”. Tanpa ide, hidup menjadi hambar, dunia tanpa masa depan.

Ide mungkin bukan segalanya, tapi tanpa ide segalanya menjadi tidak berarti apa-apa. Ide itu ya kreativitas. Bisakah kita mengembangakan ide tanpa kreatifitas? Tentu tidak. Kalo kata mas Reza Tarmizi, President Director PT Petakumpet Creative Network, “ide itu bahan baku, kreatifitas itu cara memasak, Maka, tanpa kreatifitas, ide menjadi bahan baku yg mati. Ide dan kreatifitas mirip dua sisi dari mata uang yang sama. Dibolak-balik yua tetep duit”. Bahkan Plato menyebutkan ‘dunia ide’ dan ‘dunia ide’ itu akan bermanfaat bagi kehidupan kalau sudah berinteraksi dan bersinergi dengan dunia nyata. Dunia yang dihadapai manusia sehari-hari.

Jadi untuk anda yg bermalas-malasan, tidak ingin maju, silahkan saja. Dalam perspektif Descrates, orang-orang yg malas berpikir adalah orang-orang yang hidup antara ada dan tiada; hehe kayak film horor… atau kalo kata orang jawa, ;hidup enggan, mati tak mau” Maka, berpikirlah agar anda tetap ada!
MANTAB!! So Sudah terpikirkan, punya ide apa untuk membuka usaha?

Minggu, Juni 20, 2010

Persembahan untuk Ibu



Disaat kita mengalami keterpurukan siapakah yang akan menolong pertama kali? Siapakah yang akan membantu sepenuh hati? Siapa yang akan membela mati-matian? Siapa yang akan mendengarkan curhatan, amukan dan kebencian kita tanpa membuka rahasia curhatan kita ke orang lain? Siapa yang memperhatikan kita tanpa pamrih ingin diperhatikan?

IBUKU. Seorang Ibu dengan 4 orang anak, yang tak kenal lelah dalam membesarkan anak-anaknya. Cucuran keringat, air mata, doanya telah sukses membesarkan anak-anaknya menjadi anak yang soleh-solehah. Hanya lulusan SMP, dan seorang ibu rumah tangga, tidak begitu mengerti bahasa asing ataupun politik yang diketahui beliau adalah mengaji al quran, pengajian, kumpul dg ibu-ibu PKK dan membuat makanan. Tetapi Saya bangga dan salut kepada beliau.

Betapa besarnya kasih seorang ibu. Cintanya yang dalam sudah ditanamkan sejak masih berada di dalam perutnya. Belaian lembut dari jemarinya melebihi sutra. Harapan dan kasih sayangnya melebihi rindunya seorang kekasih. Cinta Ibu begitu hebat hingga tak mampu untuk mengukurnya. Saya Bersyukur telah memiliki ibu yang selalu setia mendampingi setiap saat.

Aku suka melihat wajah ibu. Sering ku renung wajah tenang ibu. Ibu sering berbicara denganku walaupun aku masih belum dapat mengerti bait-bait kalimahnya. Saat ibu bercerita, aku curi-curi pandang matanya yang bersinar riang menterjemahkan kebahagiaan yang dikecapi. Lembut wajahnya memancarkan tawadhu di dalam limpahan kesyukuran. Garis-garis halus wajahnya melambangkan ketabahan, lunak suaranya penuh kasih sayang dalam ketegasan.

Ibu, maafkan anakmu yang selama ini dan sampai kapanpun tidak bisa membalas semua kebaikanmu, membalas semua jasa jasamu, membalas semua kasih sayangmu, walaupun pengabdianku hingga 100 tahun lamanya. Ibuku tersayang, maafkan semua salahku semoga suatu saat kita dapat bertemu dalam indahnya kasih Allah yang selalu terpancarkan. Aku berdoa semoga Ibu selalu bahagia dalam kedamaian dalam berkah Allah yang selalu disyukuri. Aku mencinta Ibu sepenuh hatiku, doaku selalu untuk Ibu tercinta. Dalam keheningan malam aku merindukan rumahku. Semoga Allah selalu memberikan kedamaian di dalamnya.

Aku tak tahu bagaimana cara membalas jasa-jasamu ibu. Aku ingin skali membuatmu tersenyum. Doakanlah aku menjadi orang yang sukses. Aku ingin kau bangga memiliki anak sepertiku. Satu keinginan yang selalu kau ucapkan saat aku kecil dulu adalah agar diriku menjadi seorang Ustadz yang bisa mendakwahkan agama Islam, berbagi kepada saudara-saudara yg tidak mampu, dan selalu berbuat baik. Aku akan berusaha. Mungkin karena hanya dengan inilah aku bisa membalas semua jasa-jasamu. Dan kelak aku akan merawatmu dengan penuh kasih sayang, Semua hanya untukmu ibu.

Mungkin jika kita ingin belajar sebuah kata bermakna ikhlas, maka lihatlah ibu dan ayah kita. Itulah ikhlas yang selama ini kita cari, ternyata ada setiap hari, setiap waktu namun kita tak pernah menyadarinya. Ibu... muara segala peluhku,Terimakasih pada Allahku yang telah mencipatakan sebaik-baik wanita bernama ibu...

Jika kita masih ingin berharap Allah membantu segala usaha kita, maka banyak-banyak berbakti kepada kedua orang tua kita, terutama sekali ibu kita. Kita mesti mencari peluang untuk dapat menyenangkan hati ibu kita. Dengan sedikit atau banyak perbuatan yang dapat membahagiakan ibu kita maka akan sangat baik bagi kita. Ibu adalah pintu keridhaan Allah kepada kita. Ibu adalah sungai yang dengan air cintanya dapat memudahkan jalan hidup kita. Kita tidak boleh menyia-nyiakan kesempatan emas ini.

Maka dari itu selagi masih ada kesempatan jangan sia-siakan peluang itu. Selagi ibu kita masih hidup maka segeralah ambil tindakan untuk menyenangkan hatinya. Jangan sampai kita menyesal. Penyesalan tak ada gunanya. Yang terbaik adalah lakukan sekarang. Pulang dan segera raih kesempatan itu. Cium tangan ibu kita dan minta restunya.

* Utk Ibu tercinta di Purwokerto, salam dari anak laki-lakimu di jakarta yg selalu merindukanmu. Semoga aku dikaruniakan keizinan dan kekuatan untuk memenuhi harapanmu, wahai ibu yang mulia. I love u mom..