
Baru beberapa minggu Saya berada di Purwokerto. Tidak sedikit pula orang yang menanyakan-mempertanyakan dengan penuh rasa ingin tau, kenapa saya memilih berkarya di Purwokerto. Jawaban pun sudah beratus kali keluar dari mulut yang merah ini hehe maklum istilah untuk orang yg tidak merokok , namun mungkin jawaban ku kurang meyakinkan meskipun sudah menggunakan senyuman tulus ikhlas dan pancaran mata yang berbinar-binar. Yah bisa dimaklumi, dulu tawaran kerja di Purwokerto banyak, tapi Saya tolak, dengan alasan impian bukan di daerah (Purwokerto.red), Jakartalah tempatnya dan itu menjadi kenyataan.
Dua tahun berada di kota Jakarta. Banyak sekali manfaat yang didapat. Dari yang merubah penampilan dari ndeso-kekotaan dan kembali ke ndeso lagi sekarang. Dari yang tidak berani menyampaikan argument, tidak berani mengambil resiko, yah sekarang lumayan lah, sedikit ada peningkatan. Wawasan pun sedikit bertambah dengan bertemu orang-orang pintar disana, dari anggota dewan, pengajar, pengamat, rekan sesama wartawan bahkan sampai masyarakat kaum marginal. Penyakit narsisnya keluar hahaha
November 2009, penempatan pertama pada radio komunitas Carefour di lebak bulus Jakarta Selatan. Masih kerja sama dengan Elshinta. Radio ini di putar di seluruh Carefour di seluruh Indonesia, dg musik-musik top 40. Awalnya hanya sebagai Co Producer, naik menjadi producer, dan naik lagi menjadi penyiarnya. Kerjaanya gampang, ya mungkin karena sudah berpengalaman didunia radio sejak tahun 2003. Ngekos bersama mas OJI dan rekan-rekannya di PLN Pusat di kawasan Radio dalam Jaksel. Naik turun metro mini, bahkan pernah saking ingin mengiritnya menggunakan sepeda. Masih ingat dalam ingatan, malam-malam hujan deras. Ya sudah, basah kuyup deh meskipun sempat berteduh di PIM (Pondok Indah Mall).
Februari 2010. Saya pindah ke kantor Elshinta di kawasan Joglo Jakbar. Perlu energi ekstra untuk mengikuti jalan nya kinerja disana. Jurnalisme dasar dari semua kerjanya. Mencari dan mengembangkan isu, mencari narasumber, mengatur jalannya acara, menservice pendengar yang membutuhkan pertolongan, ya itulah kerjaan awal disana sebagai co producer. Hingga akhirnya menjadi Producer di berbagai edisi.
Mei 2010, di bulan inilah Saya pertama kali On air siaran di jadwal reguler. Jm 10 Pagi. Agak nervous meskipun ngomong didepan mic itu sudah biasa sebenarnya. Tapi yg buat berbeda adalah radio ini didengar tidak cuma di Jakarta tapi hampir di seluruh Indonesia. Mencari kalimat bertanya yang cukup cerdas, mengkritisi topik yang ada, memainkan intonasi, memainkan suasana, berpura-pura sedih jika topiknya sedih, ikut senang jika beritanya senang. Itulah ART!! seni berkomunikasi. Cukup menarik, Cukup menyenangkan. Wawancara dg orang bisa sampai Menteri-menteri, Sayang Saya belum pernah wawancara si Presiden yg terkenal dengan pencitraannya, siapa lagi kalo buka SBY. Yang marah karena tulisan SBY ditempel di tubuh kerbau. Hehe
Berbagai kasus dari politik, hukum, ekonomi, sosial dan budaya mulai di buka, dan dipelajari satu persatu. Untuk mendalami kasus yang menyenangkan ini, terkadang perlu ngobrol dengan wartawan-wartawan yg sudah senior, atau minimal yang mendalami kasus tersebut. Bahkan tidak jarang pula, sms-telp atau bertemu dengan narasumbernya langsung. Yah lumayan sedikit tau bagaiman proses politik yang ada di Indonesia, bagaimana kasus Century yang hingga saat ini “tidak” diungkap, seperti apa boboroknya moral masyarakat kita, khususnya generasi muda sekarang. Bermimpi untuk merubah itu semua? Bisa saja sebenarnya, tapi godaan dan terjelannya sungguh kuat. Aku menginginkan itu.hehe
Berbagai suku bangsa berkumpul disana, dari Aceh – Papua, dari Arab- China. Berbagai jenis kebudayaan banyak disana, berbagai karakter dari yang sering emosi sampai yang kebangetan sabarnya.hehe yup menyenangkan memang.
Ada hitam, pasti ada putih. Kalo kata orang China, yin dan yang, biar hidup kita seimbang. Ada yang menyenangkan, ada juga yang tidak menyenangkan hidup di Jakarta. Dari sisi kesehatan, polusi yang sungguh luar biasa ini membuat kesehatan agak terganggu. Sering sakit-sakitan. Harus olah raga! Ya itu keinginan saya juga, tapi waktunya tidak mendukung untuk melakukan itu. Makanan yg kita beli kadang juga harus berhati-hati. Pergaulan, kita harus pilih-pilih memang kalo tidak kita ingin terjebak didalamnya, mau free sex, drugs, alcohol, tersedia bebas disana. Meskipun tidak sedikit pula pengajian, English Club atau acara-acara positif lainnya. Tingkat kiminalitas juga banyak disana kalo kita tidak berhati-hati.
Sudah saatnya untuk memilih jalan hidup. Mau menjadi ekor ayam terus di Jakarta, atau menjadi kepala Naga di Purwokerto.Seharusnya sih istilahnya mw menjadi ekor naga atau kepala ayam..hehehe Beberapa orang mengatakan bahwa jalan pintas mendirikan usaha sebagai perusahaan dengan rencana masa depan yang beresiko. Tuduhan itu memang benar, tapi tidak lengkap. Karena kami hanya mengqambil resiko yang terukur. Dengan proses yg step by step nya sangat kami perhitungkan. Dengan sangat hati-hati. Kami menghitung detail perbandingan pasak dari pada tiang.
Melihat senyuman dari ibu-ibu yg maaf mereka janda, serasa membahagiakan dihati. Mereka tidak begitu peduli dengan bangun pagi dan mulai bekerja hanya dengan penghasilan 10.000 – 15.000 saja per harinya. Yang penting ada kegiatan. Yup itulah bisnis kateringku yang mulai dirintis. Everything start from Zero.
Di bisnis tas, senyuman dari Bapak, dan kebanggan dari para penjahit atas jahitan yang bagus, dari desainer yg kreatif dan dari seorang yang hanya memotong tali dan membantu mengepack, memberikan semangat tersendiri bagiku untuk terus mengembangkan usaha ini. Impian terbesar usaha ini adalah banyak menyerap tenaga kerja, dan makin banyak perusahaan menggunakan produk tas ini sebagai suvenir dan brand perusahaan mereka. Kreatifitas dan keberanian sangat diperlukan disini. Hehe tapi kemarin dpt komplain jahitannya agak sedikit kurang rapi..maaf
Teman-teman yang umurnya lebih tua dariku, namum masih belum beruntung untuk mendapatkan pekerjaan, sekarang sudah bisa sedikit tertawa meskipun terkadang melihat dari tatapan mereka ada ketidak percayaan atas EO yang dibuat. Tak ada jaminan bahwa EO ini pasti akan menjadi besar dan berhasil sesuai yang diharapkan, karena itulah harus diperjuangkan bersama-sama. Untuk tahap awal yang memerlukan banyak biaya dan konsentrasi, setiap orang yang bergabung akan lebih diperlukan sumbangannya ketimbang pendapatan yang diinginkan. Kita perlu bersikap ‘kejam’ terhadap diri sendiri sekaligus kerja ekstra keras untuk mewujudkan kemajuan yang bermanfaat bagi semua pihak di masa depan.
Rencana Bisnis lainnya adalah kaos dengan tiga target pasar. Bisnis ini sudah direncanakan dan diperhitungakn sejak lama. Tinggal menunggu Amir Among Prakoso rekan baik saya saat di SMA 2 Purwokerto dulu yang saat ini masih berada di Papua.Lulusan desainer UGM Yogya. Kita punya visi dan misi yang sama. Yakni bekerja kreatif!. Saya juga masih harus bekerja di Fatigon Hydro, memikirkan bagaimana cara membuat program dan event promosi yang tepat sasaran, yang tentunya bisa berdampak pada penjualan produk tersebut.
Saya masih punya mimpi yang lebih besar dari itu. Karena memang hidup harus punya mimpi, tujuan dan komitmen untuk melakukan apapun yang diperlukan untuk mencapai tujuan. Yang dilakukan sekarang adalah hanyalah sebagai alat. Yang terpenting buat saya adalah miliki keahlian yang banyak. Apapun keahiannya harus bermanfaat untuk orang lain, menyumbang nilai positif untuk masyarakat sekitar. Rahmatan lil ‘alamin. Dan jangan lupa untuk terus belajar, seperti kata Steve Jobs, stay hungry stay foolish. Tetaplah merasa lapar, tetaplah merasa bodoh.